Widget HTML #1

Ternyata Ini Alasan Kenapa Ketiak Lo Bau Parah Sedangkan Teman Lo Wangi Sepanjang Hari!




Pernah nggak sih lo merasa unfair? Lo sudah mandi dua kali, pakai deodoran merek paling hits, bahkan bawa-bawa parfum serep, tapi pas angkat tangan dikit aja, bau "aspal panas" langsung menyergap. 

Eh, liat teman sebelah, seharian keringetan malah ketiaknya cuma bau sabun doang. 

Apa mereka punya jin penjaga ketiak? Tenang, bukan mistis, Bestie! Ini murni urusan biologi dan genetik yang bakal kita bahas santai di sini.

1. Keringat Itu Sebenarnya Nggak Bau, Kok!

Ini fakta paling nampar: cairan keringat yang keluar dari tubuh lo itu aslinya nggak berbau sama sekali alias netral seperti air. 

Bau busuk yang bikin orang sekeliling pingsan itu muncul karena "pesta pora" bakteri di permukaan kulit lo. 

Di ketiak kita, ada dua jenis kelenjar keringat: ekrin (yang menghasilkan keringat encer buat ngatur suhu badan) dan apokrin. 

Nah, si apokrin ini yang jadi biang kerok. Kelenjar ini memproduksi keringat yang kental, berlemak, dan penuh protein. 

Pas keringat kental ini keluar dan ketemu sama bakteri kulit yang lapar, bakteri itu bakal menguraikan protein tadi dan menghasilkan asam. 

Nah, asam inilah sumber bau menyengat yang kita kenal sebagai bau badan.

2. Nasib Ditentukan oleh Gen ABCC11

Kenapa ada orang yang bakterinya "rakus" banget dan ada yang nggak? Jawabannya ada di DNA lo, tepatnya pada gen bernama ABCC11. 

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa gen ini punya dua varian: aktif dan tidak aktif.

*   Kalau lo punya gen ABCC11 yang aktif, kelenjar apokrin lo bakal bekerja maksimal memproduksi zat penyebab bau. Mayoritas orang Eropa, Afrika, dan sebagian besar orang Indonesia punya gen aktif ini. Makanya, deodoran adalah kebutuhan pokok, bukan sekadar gaya-gayaan.

*   Kalau lo punya gen ABCC11 yang tidak aktif (mutasi), selamat! Lo termasuk kaum terpilih yang secara alami hampir nggak punya bau ketiak. 

Kelenjar apokrin lo kurang aktif sehingga bakteri nggak dapat "makanan" untuk diproduksi jadi bau. 

Fenomena ini sangat umum terjadi pada orang Asia Timur seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok. Saking nggak baunya, industri deodoran di negara-negara sana sampai sepi peminat!

3. Makanan dan Stres Ikut Andil

Selain genetik, apa yang lo makan juga berpengaruh. Bawang-bawangan, kari, atau daging merah bisa membuat senyawa sulfur masuk ke aliran darah dan keluar lewat pori-pori, memperkuat aroma "unik" lo. 

Selain itu, saat lo stres, kelenjar apokrin justru makin giat bekerja (makanya pas gugup ketiak tiba-tiba basah dan bau).

Jadi, kalau lo merasa bau ketiak lo parah, jangan minder dulu. Itu tandanya gen leluhur lo bekerja dengan baik! 

Solusinya tetap rajin bersih-bersih, cukur bulu ketiak biar bakteri nggak bersarang, dan pilih deodoran yang tepat. 

Kalau teman lo nggak bau, ya syukuri saja, mereka cuma menang undian genetik!

Posting Komentar untuk "Ternyata Ini Alasan Kenapa Ketiak Lo Bau Parah Sedangkan Teman Lo Wangi Sepanjang Hari!"