1 top 2 boti
Malam itu, aku datang ke kamar hotel mewah di pusat kota. Aku adalah gigolo profesional, tapi kali ini klienku berbeda.
Dua pria tampan berusia awal tiga puluhan, sepasang kekasih yang sama-sama boti. Mereka memesan aku untuk satu malam penuh kenikmatan.
Begitu pintu tertutup, keduanya langsung mendekatiku dengan mata penuh nafsu.
Yang lebih tinggi, bernama Rian, tersenyum nakal sambil melepas kemejaku satu per satu.
Yang lebih lembut, Dika, langsung berlutut di depanku. Tanpa banyak bicara, pakaianku dilucuti hingga aku telanjang bulat di hadapan mereka.
Rian berdiri di belakangku, tangannya merayap ke dadaku. Jari-jarinya yang halus memainkan putingku dengan lembut, memilin dan menariknya pelan hingga aku mendesah.
Sementara itu, Dika membuka mulutnya yang hangat dan langsung menelan kontolku dalam satu gerakan.
Lidahnya berputar liar di kepala kontolku, mengisap kuat sambil tangannya meremas buah zakarku.
Aku mengerang pelan, pinggulku tanpa sadar maju mundur mengikuti irama mulutnya yang ahli.
Mereka berdua bekerja sama dengan sempurna. Rian menciumi leherku dari belakang sambil terus memainkan putingku yang sudah mengeras.
Dika terus menyepong kontolku dengan rakus, air liurnya menetes ke lantai.
Tak lama kemudian, mereka memakaikan kondom tipis beraroma strawberry ke kontolku yang sudah tegang maksimal, lalu mengolesinya tebal dengan pelumas dingin yang licin.
Rian berbaring telentang di ranjang besar, mengangkat pinggulnya. Aku mendekat, mengarahkan kontolku ke lubangnya yang sudah siap, lalu mendorong masuk perlahan.
Rian mengerang panjang, matanya terpejam menikmati setiap inci yang masuk. Aku mulai mengentotnya dengan irama stabil, dalam dan kuat.
Setelah beberapa menit, aku berganti ke Dika. Kali ini dia berlutut di tepi ranjang, pantatnya terangkat tinggi.
Aku memasukinya dari belakang dengan satu dorongan mantap. Dika menjerit nikmat, tangannya mencengkeram seprai.
Aku menggoyang pinggulku lebih cepat, tanganku memegang pinggulnya erat sambil sesekali menepuk pantatnya yang montok.
Mereka bergantian menikmati kontolku hingga keringat kami bercampur. Akhirnya, sesi klimaks pun tiba.
Rian berbaring telentang di ranjang. Aku naik ke atasnya, duduk tepat di perutnya yang rata.
Kontolku yang masih terbungkus kondom berdiri tegak di depan wajahnya.
Dika berdiri di belakangku, memelukku erat dari belakang. Tangan kirinya memainkan putingku dengan lihai, sementara bibirnya menciumi leherku dan telingaku dengan penuh nafsu.
Tangan kanannya turun, menggenggam kontolku dan mengocoknya dengan gerakan cepat dan mantap.
Aku mendesah keras, kepalaku terdongak ke belakang menikmati sensasi ganda itu. Putingku disentuh-sentuh, leherku diciumi basah, dan kontolku dikocok dengan sempurna.
Rian di bawahku menatapku dengan mata penuh hasrat, mulutnya terbuka siap menerima.
“Ahh… aku mau crot…” erangku panjang.
Dika mengocok lebih cepat. Rian mengangkat kepalanya sedikit, lidahnya menjilat ujung kontolku.
Akhirnya, dengan erangan panjang yang menggema di kamar, aku meledak. Sperma panasku menyembur keluar setelah kondom dilepas di detik terakhir, menyembur deras ke dada Rian, naik hingga ke leher dan pipinya. Beberapa cipratan bahkan mengenai bibir dan lidahnya.
Aku gemetar hebat, tubuhku ambruk ke belakang ke pelukan Dika. Dika masih asyik memainkan putingku yang sensitif, bibirnya tak lepas dari leherku, menciumi dan menggigit pelan.
Aku mendesah mengerang panjang, napasku tersengal-sengal, menikmati sisa-sisa orgasme yang begitu intens.
Malam itu, di antara dua pria yang saling mencintaiku dengan rakus sekaligus lembut, aku merasa benar-benar diinginkan.
Bukan hanya tubuhku, tapi juga desahan dan kenikmatanku.

Posting Komentar untuk "1 top 2 boti"
Posting Komentar