Widget HTML #1

Aku masih inget k0nt∅/nya yang nikmat




Malam itu, aku membuka sosial media dan langsung tersentak saat video FYP muncul. Selebgram itu muncul di layar, wajahnya cakep, kulit bersih, senyum manis yang bikin hati siapa saja berdegup. 

Aku tersenyum kecil, tapi ingatan langsung menerawang jauh ke belakang.

Aku ingat betul hotel mewah tempat kami bertemu. Dia masih bocah umur dua puluhan, tubuhnya kencang, energik. 

Aku yang sudah 20 tahun lebih tua dari dia, merasa seperti mangsa yang siap dilahap. Dia agresif sekali, sangean banget. 

Begitu pintu kamar tertutup, dia langsung menarikku ke tempat tidur. Payudaraku dikenyot dengan rakus, lidahnya berputar di putingku yang mengeras, sambil tangannya turun ke bawah. 

Jari-jarinya memainkan kelentitku dengan lihai, menggosok pelan lalu cepat, membuat memekku langsung banjir cairan.

Aku mendesah manja, suaraku bergetar. 

“Bocil kayak kamu ternyata jago juga,” bisikku sambil menggigit bibir, pinggulku terangkat sendiri mengejar sentuhannya.

Dia hanya tersenyum nakal, mata penuh nafsu. Setelah foreplay yang bikin aku gemetar, dia memakai kondom dengan cepat. 

Kontolnya sudah keras sekali, tegang dan berdenyut. Dia naik ke atas tubuhku, lalu menyetubuhi aku dengan kuat. 

Kontolnya masuk pelan dulu, lalu langsung menghunjam dalam-dalam. Gesekannya intens, setiap dorongan membuat dinding memekku teregang nikmat. 

Aku hanya bisa pasrah, mendesah keras, tanganku mencengkeram punggungnya yang berotot.

Tubuh muda itu punya tenaga luar biasa. Dia menggoyang pinggulnya tanpa henti, kontolnya keluar-masuk memekku yang sudah basah kuyup. 

Suara cipratan cairan dan benturan kulit memenuhi kamar. Aku yang biasanya dominan, malam itu benar-benar menyerah. Dia seperti Oedipus kecil yang haus akan tubuh ibu tirinya. 

Setiap kali kontolnya menghantam titik sensitifku, aku berteriak kecil, orgasme datang bergelombang.

Kami bercinta hampir satu jam. Dia tak pernah lelah, berganti posisi berkali-kali sampai aku kehabisan tenaga. Akhirnya dia mencapai puncak, tubuhnya mengejang kuat di atas tubuhku. 

Setelah itu, aku memberinya hadiah. Aku transfer uang cukup banyak ke rekeningnya. “Buat jajan,” kataku sambil tersenyum, mengusap pipinya yang masih merah.

Sekarang, dia sudah jadi selebgram yang sibuk. Video-video FYP-nya selalu ramai like dan komentar. 

Kesibukannya padat, tapi aku masih sering mengingat malam itu. Betapa nikmat kontolnya yang keras, kuat, dan gesekannya yang membuat memekku tak bisa lupa. 

Meski usia kami jauh, tubuh muda itu berhasil membuat malamku benar-benar tak terlupakan.

Aku menutup aplikasi, masih tersenyum sendiri. Mungkin suatu saat kami bisa ulang lagi. Siapa tahu.

Posting Komentar untuk "Aku masih inget k0nt∅/nya yang nikmat"