Pergi Setelah Menikmati
Di kosan kecil deket kampus, Andi sama Rio sekamar. Mereka udah tinggal bareng hampir setahun. Andi yang biasanya diem dan pemalu, diam-diam naksir berat sama Rio.
Rio emang enak dilihat. Tiap malem setelah mandi, dia cuma pake boxer doang. Badannya bagus, dada bidang, perut rata, kulit sawo matang. Begitu Rio lepas kaos di depan Andi, kontol Andi langsung tegang keras. Susah banget ditahan.
Malem-malem, Andi suka ngintip Rio yang lagi tidur telentang. Boxer-nya sering melorot dikit, nunjukin bentuk kontolnya yang lagi lemes.
Andi nggak tahan. Tangan kanannya langsung nyusup ke celana dalam, ngocok kontolnya pelan-pelan sambil ngeliatin tubuh Rio. Napasnya cepet, gerakannya makin cepet, sampe akhirnya muncrat di dalem celana. Tiap kali abis, Andi selalu ngerasa bersalah, tapi besok malemnya tetep aja keulang.
Lama-lama Andi nggak kuat. Hatinya kayak disiksa terus. Akhirnya suatu malem, pas Rio baru keluar mandi cuma pake boxer, Andi nekat buka suara.
"Rio... gue mau ngomong sesuatu," kata Andi, suaranya agak gemeteran.
"Apaan? Lo kenapa?" tanya Rio sambil nyengir.
Andi nunduk. "Gue suka sama lo, Rio. Bukan suka temen biasa. Gue naksir berat sama lo. Gue gay."
Ruangan langsung hening. Andi udah siap kena marah atau ditonjok.
Tapi Rio malah mendekat, duduk di sebelah Andi, terus langsung peluk dia erat.
"Gue nggak marah, Nd," kata Rio pelan.
Sebelum Andi sempet mikir, Rio udah cium bibirnya. Ciumannya langsung dalam dan panas. Tangan Rio meraba dada Andi, terus turun ke perut. Andi balas cium dengan lapar, semua rasa yang ditahan bertahun-tahun akhirnya meledak.
Mereka berdua langsung rebahan di kasur Rio. Andi nyium leher, dada, sampe perut Rio. Rio cuma desah-desah pelan.
"Lo boleh pegang kontol gue," kata Rio sambil ngelus rambut Andi.
Andi langsung narik boxer Rio ke bawah. Kontol Rio udah ngaceng keras banget. Andi pegang, kocok pelan, terus nunduk dan jilat kepalanya. Rasanya hangat, agak asin. Andi makin berani, langsung ngulum kontol Rio dalam-dalam.
"Ahh… enak banget, Nd," erang Rio sambil megang kepala Andi.
Andi ngulum makin cepet, tangannya ikut ngocok batangnya. Rio akhirnya nggak tahan. Tubuhnya menegang, terus muncrat banyak di mulut Andi. Andi telan sebagian, sisanya belepotan di dagu.
Setelah itu mereka saling peluk sambil ngatur napas. Rio cium kening Andi, terus bisik di telinganya:
"Makasih ya udah jujur sama gue. Besok gue pindah kos. Udah lama gue rencanain pindah ke tempat yang lebih deket kampus."
Andi langsung kaget. Rio masih peluk dia erat sambil senyum tipis.
"Malem ini kita nikmatin aja dulu. Oke?"

Posting Komentar untuk "Pergi Setelah Menikmati"
Posting Komentar