Yang Bengkok Ternyata Seenak Ini
Aku nggak pernah nyangka malam itu akan berubah jadi sesuatu yang bikin pandanganku tentang kontol ngaceng langsung jungkir balik.
Dia dorong pelan dari belakang. Aku sudah telungkup, pantat terangkat, lubang sudah licin penuh ludah dan minyak.
Begitu ujung kontolnya menyentuh ringku, aku merasakan bentuknya yang aneh. Bengkok. Bukan lurus seperti biasa. Melengkung ke atas dengan cukup tajam.
“Masuk pelan,” gumamku, suara sudah bergetar.
Dia nggak jawab. Cuma mendesah berat sambil mendorong pinggulnya maju. Seketika itu juga, aku merasakan bedanya. Kontol bengkok itu langsung nyodok ke titik yang selama ini jarang tersentuh orang. Prostatku. Tepat sekali.
“Anjiirrr…” erangku panjang, suara langsung pecah.
Sensasinya beda banget. Bukan cuma penuh, tapi seperti ada tombol kenikmatan yang ditekan keras-keras setiap kali dia keluar masuk.
Setiap dorongan, lengkungan kontolnya menggesek prostatku dengan sempurna. Aku langsung gemetar.
Kontolku yang sudah ngaceng keras tiba-tiba netes cairan bening terus-menerus. Bukan air mani biasa, tapi pre-cum yang keluar deras, menetes ke sprei seperti air bocor.
Dia semakin cepat. Plok-plok-plok suara benturan pantat dan pangkal paha semakin kencang. Setiap kali kontol bengkok itu nyodok dalam, aku merasakan getaran ringan di pangkal kontolku sendiri. Crut… crut… crut…
“Aduh fuck… gue setengah klimaks terus,” erangku sambil gigit bantal.
Cairan bening itu keluar lagi, muncrat pelan tapi berulang-ulang tanpa aku bisa tahan. Bukan orgasme penuh, tapi sensasi setengah klimaks yang bikin otakku melayang.
Dia pegang pinggangku erat, lalu ngebut. Dorongannya semakin dalam, semakin kasar. Kontol bengkok itu seperti punya nyawa sendiri, terus mengorek titik prostatku tanpa ampun.
“Gue mau crot…” desisnya.
Aku cuma bisa mengangguk lemah sambil megap-megap. Saat dia ngejang dan menyembur panas di dalam lubangku, prostatku ikut tertekan maksimal.
Kontolku langsung crut lagi, cairan bening muncrat lebih banyak, basah semua perut dan sprei.
Tubuhku kejang-kejang ringan. Nikmat banget sampai rasanya mau nangis.
Setelah selesai, dia tarik kontolnya pelan. Aku masih tergeletak lemas, lubang masih berkedut-kedut, cairan campur mani menetes keluar.
Saat itu aku sadar.
Pandanganku berubah total soal kontol ngaceng.
Kontol lurus emang enak. Tapi kontol bengkok?
Itu level yang beda. Sensasi yang bikin ketagihan.
Dan aku yakin, malam ini bukan yang terakhir.

Posting Komentar untuk "Yang Bengkok Ternyata Seenak Ini"
Posting Komentar