BFku Aktor Film Bok*p
Di kamar apartemen kami yang temaram, cahaya neon dari jendela menyinari tubuh atletis Rio.
Dia aktor video dewasa di platform berbayar luar negeri, tiap bulan pulang bawa duit di atas 10 juta.
Badannya kencang, otot perut six-pack, kontolnya tebal panjang yang selalu bikin aku mabuk. Malam itu, kami lagi ngentot ganas di kasur.
Aku telentang, kaki terangkat tinggi. Rio ngebor lubang pantatku dengan ritme kuat, kontolnya masuk keluar basah oleh ludah dan precum.
"Ahh... fuck, Rio... !" erangku.
Setiap hantaman bikin kepala ranjang berderit. Dia cakep banget, wajahnya yang tajam basah keringat, matanya penuh nafsu saat dia ngepompa. Tapi tiba-tiba, bayangan itu datang lagi.
Aku membayangkan Rio di video terbarunya—ngentot cowok bule berotot di depan kamera. Tubuh mereka saling gesek, kontol Rio masuk ke mulut lawannya, lalu ngecrot di dalam pantat sambil moaning palsu.
"Itu cuma konten kok," katanya dulu.
Tapi aku tahu, ngentotnya beneran. Kontolnya ngaceng keras, dia dorong pinggulnya dengan kuat, sama seperti sekarang.
"Kenapa berhenti, Sayang?" tanya Rio sambil menggoyang pelan, kontolnya masih nyangkut dalam lubangku yang berdenyut.
Aku mendesah, "Aku... terbayang video lo. Lo ngentot dia, mainnya keren, lawannya cakep. Aku cemburu, Ri."
Rio tertawa pelan, tapi tetap ngepompa pelan.
"Ya kan profesional. Gak ada feel, cuma kerja. Mereka arahin pake prompter, lighting, segala macem. Gak enak banget sebenarnya."
"Masa sih? Lo ngaceng keras, entot dia sampe crot di dalam. Buktinya lo enjoy," balasku ketus, meski pantatku masih menggigit kontolnya.
"Ya masa aku gak ngaceng saat ngentot? Mana bisa? Itu tubuh reaksi normal," jawabnya sambil menarik kontolnya keluar sedikit, lalu tusuk lagi dalam-dalam sampai aku menggeliat.
Aku tertunduk diam. Air mata hampir jatuh. Rio berhenti, mencabut kontolnya yang masih tegang berkilau, lalu merangkulku erat dari belakang. Tubuhnya hangat, bau keringat campur cologne mahal.
"Kalau ngentot sama kamu, aku ngerasa feelnya dapet banget," bisiknya di telingaku sambil mengusap kontolku yang setengah layu.
"Gak ada rekaman. Gak ada akting. Cuma kita berdua. Lubang lo enak banget, ketat, dan lo bikin aku pengen crot beneran."
Dia balik memelukku, mencium leherku, lalu tangannya meremas bokongku. "Aku sayang kamu. Kerja ini cuma buat duit, biar kita bisa hidup enak."
Aku mengangguk pelan, tapi dalam hati masih perih. Kami lanjut ngentot lagi, kali ini lebih lembut. Rio ngejerk kontolku sambil ngebor pantatku dari samping.
Aku crot duluan, cairan putih memuncrat ke perutku. Rio menyusul, ngecrot panas di dalam lubangku sambil mengerang nama aku.
Setelah itu, kami berpelukan basah keringat. Aku harus mulai membiasakan diri. Pacarku aktor gay porn, dan cemburu karena profesinya mungkin konyol.
Tapi setiap kali bayangan video itu muncul, hatiku sakit. Meskipun aku berharap suatu hari dia berhenti, cukup jadi milikku sepenuhnya.

Posting Komentar untuk "BFku Aktor Film Bok*p"
Posting Komentar